Hasibuan dan moedjiono proses belajar mengajar download pdf
Mendorong anak- 14 anak untuk mengespresikan dirinya dan berkomunikasi secara gamblang melalui diskusi, anak yang dituntut harus banyak bicara. Menurut Mulyasa , interaksi antara guru dan peserta didik dengan metode diskusi mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan dengan metode diskusi adalah mempertinggi partisipasi setiap anggota secara individual, mempertinggi partisipasi kelompok secara keseluruhan, memberi kesempatan mengemukakan pendapat bagi setiap peserta didik.
Namun demikian metode ini juga ada kelemahannya yaitu Tidak selalu mudah untuk mengarahkan tujuan penyelesaian diskusi bagi peserta didik, tidak selalu mudah bagi tiap peserta didik untuk dapat berpikir secara ilmiah, Keterbatasan kemampuan berbicara dan mengemukakan pendapat untuk masing- masing peserta didik berbeda. Untuk jenis-jenis diskusi Hasibuan dan Moedjiono, , antara lain: 1 Whole group. Yaitu kelas merupakan satu kelompok diskusi yang ideal anggotanya tidak lebih dari 15 orang.
Merupakan satu kelompok besar dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, terdiri dari orang siswa. Suatu kelompok kecil, bisaanya orang siswa dan mendiskusikan satu subjek tertentu.
Adalah suatu kelompok kelas yang dibagi menjadi beberapa kelompok kecil terdiri dari orang. Guru 15 menjelaskan garis besar masalah kepada kelas, kemudian tiap kelompok diberi tugas untuk mempelajari suatu aspek tertentu. Setiap kelompok menyumbangkan ide-ide baru. Setiap anggota kelompok mengeluarkan pendapatnya. Hasil belajar yang diharapkan ialah anggota kelompok belajar menghargai pendapat orang lain dan menumbuhkan rasa percaya diri. Kelompok membahas sebuah subjek kemudian diikuti bahasan dan sanggahan dari kelompok lain.
Panitia merumuskan hasil bahasan dan sanggahan sebagai symposium. Kelas dibagi dalam dua tim dan mendiskusikan subjek yang cocok untuk diperdebatkan, yang bersifat problematis bukan bersifat faktual. Tujuan Penulisan. Untuk Memaparkan definisi Keterampilan dasar mengajar 2. Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar Guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru, begitulah falsafah yang sering kita dengar.
Program kelas tidak akan berarti bilamana tidak diwujudkan menjadi kegiatan. Untuk itu, peranan guru sangat menentukan karena kedudukannya sebagai pemimpin pendidikan diantara murid-murid suatu kelas. Mengajar adalah pekerjaan professional yang menuntut kemampuan yang kompleks untuk melakukannya. Secara lebih luas, guru berarti orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak untuk mencapai kedewasaan masing-masing dalam berpikir dan bertindak.
Guru dalam pengertian terakhir bukan sekedar orang yang berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi pengetahuan tertentu, akan tetapi adalah anggota masyarakat yang harus ikut aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didik nya menuju sebuah cita-cita luhur mereka.
Untuk mencapai hal tersebut diatas maka dibutuhkan keterampilan- keterampilan dasar seorang guru dalam mengajar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, keterampilan merupakan kecakapan untuk menyelesaikan tugas, Sedangkan mengajar adalah melatih2.
Alvin W. Horward berpendapat bahwa mengajar adalah suatu aktivitas untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk medapatkan, mengubah atau mengembangkan skill, attitude,ideals cita- 1 Sri Anitah W dkk, Strategi Pembelajaran di SD. Tangerang Selatan:Univ. Terbuka, Warni Rasydin berpendendapat mengajar adalah keterlibatan guru dan siswa dalam interaksi proses belajar mengajar. Guru sebagai koodinator menyusun, mengoranisasi dan mengatur situasi belajar. Soejono berpendapat mengajar adalah usaha guru memimpin muridnya keperubahan situasi dalam arti kemajuan dalam proses perkembangan intelek pada khususnya dan proses perkembangan jiwa, sikap, pribadi, serta keterampilan pada umumnya4.
Keterampilan dasar mengajar juga merupakan kecakapan atau kemampuan pengajar dalam menjelaskan konsep terkait dengan materi pelajaran. Keterampilan dasar mengajar merupakan keterampilan yang kompleks yang pada dasarnya pengintergrasian utuh dari bebrapa keterampilan yang jumlahnya sangat banyak. Dengan demikian keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa keterampilan atau kemampuan yang bersifat mendasar dan harus dikuasai oleh tenaga pengajar dalam melaksanakan tugas mengajarnya.
Dalam Mengajar ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai oleh seorang tenaga pengajar, yaitu: 1. Menguasai materi atau bahan ajar yang akan di ajarkan. Menguasai metodelogi atau cara untuk membelajarkannya. Keterampilan dasar mengajar termasuk ke bagian aspek nomor 2 yaitu cara membelajarkan siswa. Manfaat Keterampilan Dasar Mengajar Manfaat dari keterampilan dasar mengajar yaitu untuk guru atau tenaga pendidik dapat memahami hakikat keterampilan dasar mengajara yang dapat dipraktikan di dalam kelas, mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan dasar mengajar dan terampil menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.
Dengan memiliki pemahaman ini seorang guru akan mempunyai kesiapan mengajar yang baik dalam menguasai bahan pengajaran, mampu memilih metode yang teapt serta bisa memberikan penguasaan kelas yang baik. Manfaat dari keterampilan dasar mengajar guru yaitu supaya guru atau tenaga pendidik dapat memahami hakikat keterampilan dasar mengajar yang dapat dipraktekkan di dalam kelas, mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan dasar mengajar dan terampil menerapkan setiap jenis keterampilan dasar mengajar untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.
Keterampilan Menjelaskan Keterampilan menjelasakan adalah suatu keterampilan menyajikan bahan belajar yang diorganisasikan secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang berarti, sehingga mudah dipahami para peserta didik. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, h. Penjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik b. Penjelasan Harus diselingi Tanya jawab c. Materi penjelasan harus di kuasai oleh guru. Menekankan bahwa belajar adalah proses dua arah yang dapat dicapai oleh peserta didik d.
Menekankan hasil belajar secara tuntas dan utuh Adapun menurut Sriyono : 14 ciri yang harus tampak dalam proses belajar mengajar CBSA adalah : a. Situasi kelas merangsang siswa melakukan kegiatan belajar secara bebas, tetapi terkendali b.
Guru tidak menominasi pembicaraan, tetapi lebih banyak memberikan rangsangan berfikir kepada siswa untuk memecahkan masalah c. Kegiatan belajar siswa bervariasi, ada kegiatan yang sifatnya bersama- sama dilakukan oleh semua siswa, ada kegiatan belajar yang dilakukan secara kelompok dalam bentuk diskusi, dan ada pula kegiatan belajar yang harus dilakukan oleh setiap siswa secara mandiri.
Penetapan kegiatan belajar tersebut diatur oleh guru secara mandiri. Penetapan kegiatan belajar tersebut diatur guru secara sistematis dan terencana.
Hubungan guru dengan siswa sifatnya harus mencerminkan hubungan manusiawi bagaikan hubungan bapak-anak, bukan hubungan pimpinan dengan bawahan. Guru menempatkan diri sebagai pembimbing semua siswa yang memerlukan bantuan manakaala mereka menghadapi persoalan belajar. Situasi dan kondisi kelas tidak terlal kaku terkait dengan susunan yang mati, tetapi sewaktu-waktu dapat diubah sesuai dengan kebutuhan siswa g. Belajar tidak hanya dilihat dan diukur dari segi hasil yang dicapai siswa, tetapi juga dilihat dan diukur dri segi proses belajar yang dilakukan oleh siswa.
Adanya keberanian siswa untuk mengeluarkan pendapatnya melalui pertanyaan maupun pernyataan gagasannya, baik yang diajukan kepada guru maupun kepada siswa lainnya dalam pemecahan masalah. Guru senantiasa menghargai pendapat siswa, terlepas dari benar atau salah, dan tidak diperkenanakan membunuh, mengurangi, atau menekan pendapat siswa agar selalu mengajukan pendapatnya secara bebas.
Melalui indikator Cara Belajar Siswa Aktif dapat dilihat tingkah laku mana yang muncul dalam suatu proses belajar mengajar berdasarkan apa yang dirancang oleh guru. Indikator tersebut dilihat dari lima segi, yaitu : a. Dari sudut siswa, dapat dilihat dari : 1 Keinginan, keberanian, menampikan minat, kebutuhan dan permasalahannya 2 Keinginan dan keberanian serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan persiapan, proses, dan kelanjutan belajar 3 Menampilkan berbagai usaha atau kekratifan belajar mengajar sampai mncapai keberhasilannya 4 Kebebasan atau keleluasan melakukan hal tersebut diatas tanpa tekanan guru atau pihak lainnya kemandirian belajar b.
Dilihat dari sudut guru, yaitu : 1 Adanya usaha siswa secara aktif 2 Bahwa peranan guru tidak mendominasi kegiatan proses belajar siswa 3 Bahwa guru memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar menurut cara dan keadaan masing-masing. Dilihat dari situasi belajar, tampaknya adanya : 1 Dilihat dari situasi belajar, tampak adanya : 2 Iklim hubungan intim dan erat antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, guru dengan guru, serta dengan unsur pimpimnan di sekolah 3 Gairah serta kegembiraan belajar siswa sehingga siswa memiliki motivasi yang kuat serta keleluasaan mengembangkan cara belajar masing-masing e.
Dilihat dari sarana belajar, tampak adanya : 1 Sumber-sumber belajar dari siswa 2 Fleksibelitas waktu untuk melakukan kegiatan belajar 3 Dukungan dari berbagai jenis media pengajaran 4 Kegiatan belajar siswa yang tidak terbatas didalam kelas tetapi juga diluar kelas Dengan adanya tanda-tanda diatas guru akan lebih mudah dalam merencanakan dan melaksakan pengajaran.
Setidaknya-tidaknya memberikan rmabu-rambu bagi guru dalam melaksanakan CBSA. Suatu metode pembelajaran yang sama dapat membedakan hasil pembelajaran, kika kondisinya berbeda. Peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dapat ditempuh melalui berbagai cara, antara lain peningkatan bekal awal siswa baru, peningkatan kompetensi guru, peningkatan isi kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran dan penilaian hasil belajar siswa, penyediaan bahan ajar yang memadai, dan penyediaan sarana belajar.
Dari semua cara tersebut peningkatan kualiitas pembelajaran melalui peningkatan kualitas pendidik menduduki posisi yang sangat strategis dan akan berdampak positif. Dampak positif tersebut berupa: 1 Peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan masalah pembelajaran yang dihadapi secara nyata; 2 Peningkatan kualitas masukan, proses, dan hasil belajar; 3 Peningkatan keprofesionalan pendidik; 4 Penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian Departemen Pendidikan Nasional, 1.
Karena sebelum, selama dan sesudah proses belajar mengajar guru dan siswa dihadapkan sejumlah kegiatan Fajar, 4 Pengertian lain model pembelajaran berbasis portofolio, merupakan suatu inovasi pembelajaran yang dieancang untuk membantu peserta didik memahami materi perkuliahan CE secara mendalam dan luas melalui pengembangan materi yang telah dikaji dikelas dengan menggunakan berbagai sumber bacaan atau referensi. Menurut Budimansyah terdapat empat prinsip-prinsip dasar MPBP, yaitu: - Prinsip belajar siswa aktif - Kelompok belajar kooperatif - Pembelajaran Partisipatorik Budimansyah 14 menetapkan lima langkah MPBP diantaranya: - Mengidentifikasi masalah - Memilih masalah untuk kajian kelas - Mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji oleh kelas - Mengmbangkan portofolio kelas - Penyajian portofolio Show-Case BAB 3 Model Pembelajaran Diskusi Kelompok Metode diskusi dalam proses pembelajaran menurut Suryosubroto, adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberi kesempatan kepada para siswa kelompok-kelompok siswa untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan sesuatu masalah.
Menurut Suryosubroto keuntungan metode diskusi cukup banyak, yakni: - Melibatkan semua siswa secara langsung dalam proses belajar - Setiap siswa dapat menguji tingkat pengetahuan dan penguasaan bahan pembelajarannya masing-masing - Dapat menumbuhkan dan mengembangkan cara berfikir dan sikap ilmiah - Dengan mengajukan dan mempertahankan pendapatnya dalam diskusi diharapkan para siswa akan dapat memperoleh kepercayaan akan kemampuan diri sendiri - Dapat menunjang usaha-usaha pengembangan sikap sosial dan sikap demokratis.
Djajadisastra mengemukakan beberapa langkah untuk mengatasi kelemahan- kelemahan metode diskusi dalam pembelajaran, yaitu: - Murid dikelompokan menjadi kelompok-kelompok kecil, misalnya lima orang murid setiap kelompok. Simulaso dapat berupa role playing, psikoframa, sosiodrama dan permainan. Tindakan tersebut dimaksudkan untuk mengganjar atau membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi dalam interaksi belajar mengajar.
Tujuan Pemberian Penguatan adalah Meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran, Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar, Meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku siswa yang produktif. Dalam memberikan penguatan harus diperhatikan prinsip- prinsipnya yaitu Kehangatan dan keantusiasan, Kebermaknaan, Hindari respon negatif, Penguatan harus bervariasi, Sasaran penguatan harus jelas, Penguatan harus diberikan segera setelah perilaku yang diharapkan muncul. Jenis-jenis penguatan, yaitu Penguatan verbal, Penguatan gestural, Penguatan cara mendekati, Penguatan sambutan, Penguatan dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan, dan Penguatan berupa benda.
Keterampilan Mengadakan Variasi Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Variasi di dalam kegiatan pembelajaran dapat menghilangkan kebosanan, meningkatkan minat dan keingintahuan siswa, melayani gaya belajar siswa yang beragam, serta meningkatkan kadar keaktifan siswa. Komponen keterampilan mengadakan variasi dibagi menjadi 3 kelompok sebagai berikut: 1.
Variasi dalam gaya mengajar yang meliputi variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan, pergantian posisi guru, kontak pandang serta gerakan badan dan mimik. Variasi pola interaksi dan kegiatan. Ketrampilan Menjelaskan Keterampilan menjelaskan sangat penting bagi guru karena sebagian besar percakapan guru yang mempunyai pengaruh terhadap pemahaman siswa adalah berupa penjelasan. Penguasaan keterampilan menjelaskan yang didemonstrasikan guru akan memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang mantap tentang masalah yang dijelaskan, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Komponen keterampilan menjelaskan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: 1. Merencanakan materi penjelasan yang mencakup a. Menyajikan penjelasan, yang mencakup: a. Simpulan Keterampilan dasar mengajar teaching skill adalah kemampuan atau keterampilan yang khusus most spesifis instructional behaviours yang harus dimiliki oleh guru, dosen, instruktur agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan professional.
Keterampilan Dasar Mengajar meliputi: 1. Keterampilan Bertanya 2. Keterampilan Memberi Penguatan 3. Keterampilan Mengadakan Variasi 4. Keterampilan Menjelaskan B. Saran Sebagai seorang calon guru, hendaknya keterampilan dasar mengajar ini kita pahami secara benar agar kelak dalam pelaksanaan belajar mengajar dapat berjalan lancar.
0コメント